Selasa, 27 Oktober 2009

Permainan dengan tali karet

loncat Merdeka

Permainan pertama: Loncat Merdeka

Siapa yang gak pernah main loncat karet?
Kalau jaman sekarang mungkin sudah langka
Tapi dulu tahun tujuh puluhan hampir setiap anak perempuan bisa main loncat karet
Pertama kami harus membuat tali dari karet dengan cara menjalin per 3 karet kalau kurang dari tiga bisa cepat putus karena tali akan ketarik-tarik dan dilibet-libet di kaki (untuk permainan berikut)

Setiap istirahat sekolah langsung keluar main karet
Minimal pemainnya 3 orang.
Dua orang pegang tali yang satu, loncat

Caranya:
Tentukan siapa peloncat pertama, ke dua dan ke tiga
Pertama karet serata lantai
Ke dua semata kaki, selutut. sepinggang, sampai sini badan si peloncat gak boleh kena karet.

Lalu kalau bisa lolos naik lagi hingga sedada. sebahu, sekuping, sekepala, 1 jengkal di atas kepala, kalau sampai sini masih bisa loncat tambah tinggi lagi sampai 1 rentang tangan di atas kepala
Sampai disini disebut 'merdeka'
Tali boleh dipegang oleh tangan kiri baru kita loncat
Maka si pemain mesti lincah dan enteng badannya.

Permainan kedua:
Ada lagi main karet tidak diloncati seperti loncat tinggi tapi lebih keatraksi
Karena...
Pertama, tali karet diputar oleh 2 orang pemegang tali
Pemain pertama harus lolos melewati tali yang berputar
Lalu loncat sekali pada saat tali berputar ke bawah lalu keluar tali
Masuk lagi ke tali yang sedang berputar loncat 2 kali sampai 5 kali lalu keluar lagi
Loncat dengan 1 kaki, loncat sambil jongkok

Permainan ketiga:
Tali karet ini bisa dimainkan lagi dengan cara lain
Dimainkan juga minimal 3 orang
2 orang yang pegang tali yang satu yang main
2 orang pegang tali sepinggang
Lalu pemain berdiri di samping tali, melibatkan kaki kanan ke karet
Pertama sekali libat, lalu 2 kali dan kaki kiri melewati tali dan kaki kanan melepas libatan tali
read more “Permainan dengan tali karet”

Minggu, 25 Oktober 2009

K A S T I

si pemain akan memukul bola yang dilambungkan padanya

Asyiiknya main kasti
Kasti adalah permainan yang menarik dan merupakan yang wajib bagi aku dan teman-teman ketika kami masih SMP. Tiada hari tanpa main kasti.
Ketika itu aku masih di Dabo, Singkep. Di belakang rumah kami mempunyai halaman yang sangat luas dan terawat. Berumput baik dan hanya ada beberapa pohon saja yang kami anggap sebagai pal dalam permainan kasti.
Sore hari teman-temanku, anak-anak pegawai RS yang berada di belakang rumah kami datang
Biasanya kami ber 8 - 10 pemain. 4/5 yang jaga dan 4/5 yang main

Kasti seperti permainan atau olah raga softball
Dimainkan oleh 2 team
Satu teamnya ada minimal 5 atau lebih pemain
Ada yang sebagai pelempar bola, penjaga di belakang pemukul, penjaga pal 1 dan 2 dan penjaga tengah lapangan

Yang diperlukan adalah:
Lapangan yang luas
Bola tennis
alat pemukul seperti gada


Gambar lapangan Kasti:

Image
Istilah-istilah dalam permainan kasti atau softball


PITCHER (pelempar bola)
Pitcher adalah pemain yang bertugas melempar bola kepada pemukul.
Bola harus dilemparkan dengan kuat, cepat dan tepat berada di atas home base.
Untuk mendapatkan lemparan bola yang keras dan cepat, pitcher harus melemparkan bola dengan ayunan penuh.

CATCHER (penangkap / penjaga bola)
Catcher adalah penangkap belakang yaitu salah seorang penjaga yang ditugaskan khusus menangkap bola di belakang home base.

PEMUKUL (BATTER)
Ketentuan bagi pemukul (batter) adalah sebagai berikut :
1. Pemukul harus berlari jika :
a. Hasil pukulan pertama strike (baik)
b. Pukulan ketiga tidak kena tetapi wasit mengatakan strike (baik)
c. Pelari waktu lari menuju base dihalang-halangi oleh penjaga, maka pemukul bebas menuju base yang telah ditentukan oleh wasit.
Jika pitcher sudah empat kali melambungkan bola salah dan tidak dipukul, maka pemukul dipersilahkan melakukan free walk.

2. Bola baik (strike) meskipun :
a. Dipukul kena atau tidak kena oleh pemukul.
b. Tidak dipukul oleh pemukul.
c. Dipukul salah (out/keluar) oleh si pemukul.

3. Bola diangkap mati jika :
a. Bola hilang.
b. Bola sudah dipegang oleh pitcher dan siap dilemparkan kepada pemukul.
c. Bola out
Pada waktu bola mati, semua pelari tidak boleh meninggalkan base yang ditempati.


4. Pelari dianggap mati jika :
a. Pada waktu lari tidak menginjak base.
b. Melewati pelari yang ada di depannya.
c. Jika base yang dituju telah dibakar oleh penjaga.
d. Mengganggu penjaga yang sedang menangkap bola.


CARA MEMATIKAN LAWAN
- Cara mengetik yaitu dengan menyentuhkan bola ke tubuh pemain pemukul sebelum dia mencapai base.
- Cara membakar yaitu dengan menginjakkan kaki pada base yang dituju pelari sambil memegang bola.


CARA BERMAIN
1. Permainan kasti dimainkan oleh 2 regu, dimana tiap regu minimal 4 pemain

2. Sebelum permainan dimulai, dilakukan undian. Regu yang memenangkan undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga.

3. Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3 kali, jika pukulan pertama atau kedua baik, ia harus lari menuju base.

4. Urutan memukul sesuai dengan normor yang telah ditentukan.
5. Pemukul di belakangnya tidak boleh mendahului pemukul di depannya.
6. Setiap base hanya boleh diisi oleh satu pemain saja.
7. Setiap regu pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan.

Tentukan siapa yang jaga dan siapa yang main
Yang main memegang pemukul/ gada kasti
Pemukul 1 dioper bola oleh musuh, kalo gak kena diberi kesempatan lagi untuk memukul kembali dan diberi kesempatan sampai 3 kali.
Yang ke 3 kena gak kena harus lari ke pal/base pertama.
Lari harus cepat dan kita harus waspada dengan bola yang ada.
Kalau ada di tangan lawan maka lawan akan memukul kita, sebelum si pemain memegang pal/base
Kalau pada saat si pemukul bisa memukul dengan baik maka lawan harus berusaha menangkap bola. Kalau bisa menangkap sampai 3 kali maka tukar. Lawan yang main.
Atau lawan harus bisa mengambil bola untuk dilempar ke badan musuh selama pemain belum pegang pal/base. Kalau si pemain kena pukulan bola maka kalah dan tukar
Maka si pemain selain larinya harus cepat matanyapun harus jeli bola ada dimana dan bila bola akan disasarkan ke badan dia harus siap mengelak agar gak kena bola atau lemparan bola yang diarahkan ke dia meleset.
Pemukul ke 2 giliran memukul, pukulan pertama pemukul 1 yang ada di pal/base satu lari ke pal/base 2.
Kalau pemukul pertama terus lari ke Home Base maka lawan harus siap-siap ngebom home base sebelum si pertama ini sampai ke Home Base. dan si pemukul ke 2 atau kesekian harus lari ke pal/base berikut.
Kurang lebih begitulah cara bermain Kasti
Asyiik dan seru kan...

Sayang anak-anak jaman sekarang sudai sibuk dengan les-les di tempat kursus atau di sekolah atau main games di komputer dan sibuk dengan HP
read more “K A S T I”

Volley ball



Sejak SMP aku sudah belajar bermain volley karena termasuk salah satu pelajaran olah raga di sekolah.
Awalnya tangan merah, perih dan bengkak karena tangan menerima dan memukul bola yang keras dan besar
Kadang-kadang jari terkilir karena harus passing dan blocking
Tapi semua adalah proses belajar

blocking

Sampai akhirnya kami membuat satu team volley
Kami aktif pula mengadakan pertandingan antar SMP di Dabo Singkep
Dan kadang-kadang kami juga bertanding sampai kekampung-kampung di pulau Singkep
Tidak selalu menang tapi mengasyikan
Aku masih terus bermain volley sampai SMA di Tarakanita dan mengikuti pertandingan antar SMA.
Setelah kuliah aku hanya bermain di lapangan belakang rumah di Gudang Peluru, Tebet dengan teman-teman sekomplek.

Aku hanya bisa bagus untuk serve. Aku gak ahli menyemes dan ngeblok bola. Cukup bertahan dan berusaha menyambut bola saja.
Tapi lumayanlah gini-gini selalu terpilih menjadi salah satu pemain utama kalau ada pertandingan.
read more “Volley ball”

Sabtu, 24 Oktober 2009

Pingpong atau tennis meja

bet dan bola pingpong
Bermain pingpong adalah salah satu hobby ku selain bermain tennis lapangan
Katanya kalau main tennis gak boleh main pingpong atau sebaliknya, karena akan mempengaruhi cara memukul bola
Kalau bermain tennis kita harus mengayun raket dengan menarik lengan sampai jauh kebelakang lalu memukulnya. Sedang bermain pingpong cara memukulnya cukup dengan pergelangan tangan yang bergerak kalaupun menarik tangan hanya sampai siku

Setiap hari aku gak pernah gak main pingpong selain bermain kasti di halaman belakang rumah di Dabo
Aku mulai bermain pingpong sejak aku SD dan aktif mengikuti pertandingan pada saat SMP
Setelah melalui seleksi aku terpilih untuk mengikuti pertandingan di Tanjung Pinang, kepulauan Riau tidak jauh dari pulau Singkep.Kami ke Tanjung Pinang dengan kapal kecil. Sama sekali ga nyaman berada di dalam kapal kecil itu. Kami berangkat malam hari dan sampai esok harinya. Tapi apa boleh buat memang cuma itu alat transportasinya. Selama di sana kami tinggal di sekolah
Selain keluar pulau aku juga banyak mengikuti pertandingan antar sekolah
Jago dari SMP kami adalah Kimfa dia kakak kelasku, anak pegawai RS Dabo.
Kimfa selalu jadi teman doubleku
Hebat permainan dia
Aku belajar pingpong sendiri dengan awalnya bermain-main biasa di rumah


10 cara serve
Lalu aku belajar serve dengan spin dan smash backhand. Andalan pukulanku adalah top spin. Penting bisa memukul bola dengan top spin bila mendapat bola kencang sampai di luar meja. Ini pasti sulit untuk bisa di pukul balik karena bolanya akan lari istilah bahasa kami pada saat itu bolanya akan 'ngeliau'. Mantap dah!
Aku sempat menjadi pemain nomor satu dari SMP kami
Waktu penyeleksian pemain untuk keberangkatan kami ke Tanjung PInang itu, kami bergabung dengan anak SMA. Dan dipilih siapa pemain nomor satu, nomor 2 dan seterusnya
Ini juga aneh penilaiannya tapi malah baik untuk aku karena tidak menjadi beban sebagai pemain pertama.
Anehnya....?
Aku bisa mengalahkan setiap pemain dengan straight set 2 - 0
Sedang temanku yang anak SMA menang dengan rubber set. Kata guru SMA karena muridnya itu setnya lebih banyak. Anak kecil mau dibodohin sama dia. Tapi aku diam saja. Guru dilawan! Maka dia yang terpilih sebagai pemain nomor satu
Bukankah yang yang menang telak itu yang tidak memberikan kemenangan pada musuh?
Tapi itu ternyata lebih baik buat aku
Karena aku di pertandingan akan dipasangkan dengan pemain nomor 2, tidak di pasangkan dengan jagonya musuh. Paling tidak aku jadi ga stress
Semua menjadi pengalaman yang berharga, selain olah raga dilatih juga sportifitas dan mental yang kuat

Selain juga menambah teman dan menjalin persahabatan.
read more “Pingpong atau tennis meja”

TENNIS


Selain kerajinan tangan yang aku sukai, akupun menyenangi olahraga
Walau sekarang sudah gak aktif seperti dulu, ketika aku masih kecil, masih sekolah dan masih belum menikah.
Ketika SD di Dabo pulau Singkep aku dan beberapa teman sekompleks Timah sempat belajar main tennis. Pelatihnya adalah pak Marlisa yang sengaja didatangkan dari Jakarta
Maka aku dibelikan raket tennis oleh orangtuaku spesial dari Singapore
Raketnya khusus untuk anak-anak dan dipegangan raketnya sudah berlapis handuk.
Pulang sekolah kira-kira jam 2 siang kami berlatih
Sebenarnya ya lagi panas-panasnya karena di bawah matahari yang lagi terik-teriknya
Tapi hayuk aja.... no problem!

Pak Marlisa melemparkan bolanya dan berkata "mata di bola...."
Itulah kata-kata yang selalu diucapkan, saking seringnya sampai terus terngiang-ngiang di kuping aku
Pak Marlisa itu kayaknya orang Ambon, orangnya hitam banget. Kurus atletis

Pelajaran pertama, bagaimana cara memegang raket pada saat forehand dan backhand
Lalu posisi badan dan kaki pada saat memukul.
Cara mengayunkan raket di samping badan, atau bila bola ke arah atas dan sebagainya
Banyaklah yang harus dipelajari termasuk bila servis, smash dan volley
Pertamanya setiap kali mau memukul masih harus dipikir bagaimana cara memukul dan posisi badan dan kaki
Tapi lama kelamaan sudah menjadi otomatis
Kadang-kadang diantara kami diadu
Lama-lama aku sudah menemukan slaagnya bagaimana memukul bola agar bolanya rendah dan kencang. Andalanku memukul bola kencang rendah di backhandku
Dan aku sudah punya cara bagaimana servis bola dengan pukulan spin yang kencang, tajam dan jatuhnya sulit untuk dipukul balik oleh lawan
Kayaknya jago banget tapi ya begitulah perasaan aku pada saat itu

Tapi ada kekesalan yang harus aku terima dan gak bisa protes pada saat itu dan aku gak bisa melupakannya yaitu ketika pelatihku sebagai wasit mencurangi aku
Sebenarnya aku menang lawan temanku yang anak big boss tapi angka dibalik oleh wasit sehingga temanku dianggap pemenangnya. Sempat aku terbengong-bengong
Aku yang masih kecil saat itu sudah ngerti gaya seperti itu, maka aku diam saja, walau aku kesal karena ini gak adil banget. Maka aku mojok sedih, tanpa ada yang memperhatikan dan mengetahui keadaanku. Ya sudahlah...

Suzanna Anggarkusuma yang pernah tinggal di Belitung adalah termasuk pemain tennis nasional. Kami berteman disana. Gak ngira kalau akhirnya Anna nama panggilannya bisa menjadi pemain nasional. Aku mendapat racket kayu Wilson dari dia sebagai kenang-kenangan dan masih aku simpan sampai sekarang

Aku masih terus main sampai setelah menikahpun kami main tennis
Tapi setelah aku berjilbab aku sudah tidak main lagi kecuali sekali-kalinya di lapangan tennis pada saat kami menginap di Salabintana
Ternyata masih ada permainanku itu, rupanya latihan dari kecil itu membuat permainan tennisku tetap tidak bingung dan tidak 'kagok'

Sudah bertahun-tahun hobbyku yang satu ini terpendam

Menurut jenis material yang dipakai untuk membuat lapangan, maka lapangan tenis secara garis besar dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Grass Court (lapangan rumput)

Seperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.

2. Hard Court (lapangan semen)

Lapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal. Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan sintetis untuk melapisi lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat dari akrilik) dipakai untuk lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open atau di Australian Open memakai Rebound Ace.

3. Clay court (lapangan tanah liat)

Lapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang. Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan menghasilkan pukulan yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan Hard Court. Lapangan clay

4. Indoor

Istilah ini sebenarnya lebih pantas untuk masuk klasifikasi di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau dalam ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court, walaupun ada juga lapangan indoor clay seperti di lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta. Tetapi kalau di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan dilapisi oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation) sendiri mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai semacam rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.

read more “TENNIS”

Senin, 29 Juni 2009

Pengalaman ikut lomba 'Pop Singer' SMP Dabo

Saat tinggal di Dabo dan saat SMP aku disertakan lomba nyanyi
Percaya ga percaya, mau ga mau aku ikut 'Pop Singer di sana
Pengalaman yang menegangkan tapi seruu banget
Latihannya ga lama and nekad deh...

Kalah sih, tapi masih masuk final
Hanya sebagai pengalaman dan latihan mental
Walau suaraku ga terlalu bagus
Dan gaya yang kaku
Modal nekad untuk berani tampil aja.

Yang baru aku sadari, loh kok lagunya lagu orang dewasa,
sedang kami masih SMP, tapi pada saat itu aku ga memikirkan isi lagu
padahal harusnya iya untuk penghayatan pada saat menyanyi.
Bisa menyanyi di muka umum saja sudah luar biasalah...
Dengan segala keterbasan yang ada.
Dua lagu yang harus kunyanyikan yaitu:

Lagu wajibnya: lagu Gubahanku



Lagu Pilihannya: Layu Sebelum Berkembang

read more “Pengalaman ikut lomba 'Pop Singer' SMP Dabo”

Jumat, 26 Juni 2009

Masa itu... ada pertemuan yang tak terduga



Selagi cari-cari lagu Melayu lama di Youtube, aku mendapatkan video tari Melayu.
Aku jadi teringat masa laluku, masa aku masih SMP di Dabo Singkep.
Waktu masih SMP aku banyak mengikuti kegiatan, di sekolah maupun di luar sekolah.

Salah satunya, aku pernah ikut belajar tari Melayu di Wisma Timah Dabo
Aku dan beberapa teman (kakak kelas) se SMP dilatih oleh seorang bapak guru tari.

Ternyata susah juga tari Melayu itu.
Tapi aku seneng banget mengikuti latihan tari ini.
Tari Melayu ini gayanya dinamis dan lincah.

Aku mulai belajar melangkah dengan setengah jinjit, lincah dan agak loncat atau loncat-loncat kecil
Awalnya gaaak bisa-bisa.
Langkah dan bunyi hitungan atau ketukan gendangnya gak pas-pas.
Maka di uulang-ulang.
Dicoba lagi - coba lagi.

Lalu kami dipasang-pasangkan, kami harus bisa saling menyesuaikan gaya.
Pandangan harus bertemu, bahu harus sejajar dengan bahu pasangan, langkah kakinya harus sama.
Huh.. ribet banget.

Tapi kami semangat, karena juga musik dan gendangnya yang ramai dan membuat semangat.
Gak capek-capek. Latihan terus

Akhirnya setelah berminggu-minggu kami latihan.
Maka kami diikutkan lomba tari Melayu. GAk tau antar apa.. lupa lagian ga penting.

Ditentukan tari wajibnya adalah tari Serampang 12.
Tariannya lincah banget, agresif menyeimbangkan dengan gerakan pasangannya.
Kayaknya heboh deh..

Tari pilihannya kalau gak salah tari Patah Sembilan.
Seruuu banget deh..
Pengalaman latihan dan lomba tari benar-benar luar biasa, menyenangkan, menegangkan dan yang pasti pengalaman yang tak terlupakan.

Tapi....
Yang payahnya nih aku, lupa... siapa ya dulu pasangan aku itu..?
Keterlaluan banget sih...sungguh-sungguh keterlaluan...
Maafkan aku.. teman...

Pada akhirnya...
Di suatu waktu dan di suatu tempat....
Masya Allah...

Aku yang sedang menemani mamaku di ruang pemulihan operasi di RS Pelni melihat ada seorang wanita menemani seorang laki-laki yang aku duga itu pasti suaminya.
Kami sekali-sekali saling berpandang tapi tidak berteguran.
Sampai lewatlah waktu itu.

Di lain hari atau minggu, aku menemani mamaku lagi ke RS Pelni.
Kami beristirahat di ruang ODC (oneday care).
Ya Allah ... pasangan itu ke ruang itu juga.
Kami lagi-lagi saling berpandangan. Senyum gak apa gak...

Aku keluar ruangan untuk ngurusin sesuatu, papasan dengan pasangan ini.
Di sini aku nekad menegur mereka.
Aku tanya, mereka datang dari mana? Jawabnya, dari Bangka.
Oya? saya lahir di Bangka loh, jawab saya. Terus mereka bilang, kami juga pernah di Belitung?
Kataku, bapakku dulu dokter di sana.
Lalu apa...? Dia (istri), tembak langsung... Kamu, Rina ya? Iya.. kamu siapa? tanyaku (duh, sorry banget aku lupa nama dia). Dia bilang, aku Asmaili. Aku pasangan Rina waktu tari Melayu di Dabo.

Ha....!!! Aku kaget banget. Dia toh pasangan aku menari..
Masya Allaaah. Asmaili... alhamdulillah, Allah temukan kita...

Sebenarnya dia sudah ngira, kalau di ruang pulih operasi itu pasti keluarga dokter Regawa, yang itu Rina dan yang itu Iwan. Tapi dia tak berani menegur.
Kalau begitu... untuuuung aku nekad menegur mereka.

Pertemuan ini memang luar biasa, mengharukan, menggembirakan dan pasti tak terlupakan.
Itu terakhir kami bertemu, walau aku masih bolak balik ke RS Pelni.

Ya.. mudah-mudahanlah suaminya sudah sembuh dan sehat wal afiat.
Dulu suaminya itu juga pasiennya bapak waktu di Belitung.

Mudah-mudahanlah Allah masih memberi kesempatan kami untuk bertemu kembali, dalam keadaan yang lebih baik, Insya Allah. Amiin

Salam kangen dari aku untukmu, Asmaili.


Rina Regawa

Tari ini adalah latihan dasar tari Melayu, gayanya sederhana banget dan berulang-ulang.

read more “Masa itu... ada pertemuan yang tak terduga”